Proses Hukum Luthfi “Big Brother” Di Kepolisian Medan

Posted: 21 Juni 2011 in SHOWBIZ

Boris Simbolon alias Luthfie Fahlevy Siahaan dalam acara Big Brother TRANS TV yang kini berstatus tersangka pencurian, meminta damai keluarga korban. Keluarga korban setuju dengan satu syarat, Boris harus meminta maaf pada Ayah kandungnya, Manungkar Simbolon, yang tidak dianggapnya sebagai orangtua.

“Dia tadi panggil saya, berbisik untuk mengajak berdamai. Saya bilang ke dia, saya mau saja damai. Tapi panggil dulu orangtuamu yang tidak kau anggap bapak itu, minta maaf kau telah mendurhakainya,” ujar Muhammad Mendra, abang korban, Senin (20/6/2011) di sela pemeriksaan dirinya sebagai saksi kasus Boris.

“Saya ingin sekali berdamai, sudah habis waktu saya mengurusi ini. Kalau saya dan bapak M Simbolon sebagai saksi sajanya. Kalau perdamaian kan pelaku dengan korban,” ujar abang Lela Safira, korban pemilik sepeda motor yang digelapkan.

Setelah itu, Boris meminjam ponsel dari abang korban dan menelepon ayahnya. Tak lama ayah Boris, Manungkar Simbolon, tiba di Mapolsek dan langsung masuk ke ruangan juru periksa Erwin, tempat Boris diperiksa.

Kepada Manungkar, Boris menyerahkan barang berupa 3 unit ponsel, 3 unit jam tangan, dompet dan 2 unit tas 2 berlogo Trans TV. Ia juga menyerahkan surat perjanjian kontrak dari Trans TV ke bapaknya.

Manungkar (52) mengatakan datang ke Polsek Medan Labuhan untuk menerima surat panahanan Lutfie alias Boris Simbolon.

“Saya menganggap dia anak kandung saya, dia Boris Simbolon,” ujarnya.

Dia mengakui Luthfie sudah meminta maaf kepadanya seperti yang diminta Muhammad Mendra.

“Dia sudah minta maaf. Tapi Lutfie bilang dia nggak mau kembali ke rumah. Ya sudahlah, dia kan sudah besar. Terserah dia jalan mana yang dipilih,” ujarnya.

Namun Manungkar berharap Lutfie mau kembali ke rumah.

“Ya saya sedih melihat keadaan seperti ini. Dia anak saya. Kami tidak akan membalas apa yang telah dilakukannya, tapi kami ingin dia berubah,” ujarnya.

Boris menjalani pemeriksaan intensif di ruangan Juper Polsek Medan Labuhan, Erwin, sejak Senin pagi. Setelah tiba di Bandara Polonia Medan dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air, (sehari sebelumnya), Boris langsung digelandang ke Polsek Medan Labuhan.

Boris ditetapkan sebagai tersangka penggelapan sepeda motor milik Lela Safira (31), warga Pasar VI, Desa Helvetia, Labuhan Deli. Dia dilaporkan Minggu (19/6/2011) sekitar pukul 17.00 WIB.

Komentar
  1. beta mengatakan:

    kecewa ama boris..,Knapa tidak bs menguasai diri..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s