Kelamin Nggak Jelas, Banci Tidak Terdaftar Jadi Pemilih Di Pemilu

Posted: 2 Juli 2011 in SOSIAL

Ilustrasi

Ini bukan persoalan remeh. Apalagi dalam pergelaran pemilihan umum bagi seluruh warga negara. Komunitas “ladyboys” Thailand, Rabu, 29 Juni 2011 lalu, mengajukan komplain karena mereka dipinggirkan dalam pemilihan umum yang dijadwalkan pada Ahad besok. Problemnya, foto pada kartu identitas mereka terlalu memusingkan bagi para petugas pemilihan di tempat pemungutan suara.

Ini yang teranyar dalam serangkaian keluhan dari para anggota Asosiasi Trans-Wanita Thailand yang terdiri atas kelompok-kelompok transgender dan transeksual yang dikenal secara kolektif sebagai para “katoy” dan “ladyboy”.

“Kami memiliki masalah besar ketika kami menggunakan kartu identitas kami di bank, sekolah, rumah sakit, dan kini saat kami hendak memilih,” ujar Yollada Suanyoc, presiden organisasi yang beranggotakan 2.500 orang itu. “Di foto mungkin menunjukkan seorang perempuan, tapi disebut “tuan” di kartu identitas. Atau dalam foto menunjukkan seorang remaja pria dan orangnya sekarang tampak seperti perempuan.”

Setiap orang di Thailand harus membawa sebuah kartu identitas (ID card) nasional buat mereka yang berusia di atas 15 tahun. Identitas itu diperbarui saban tujuh tahun.

Kaum transgender dan transeksual memang lebih mudah diterima di Thailand dibanding di negara-negara lain. Salah satu maskapai penerbangan baru bahkan hanya mempekerjakan para ladyboy sebagai awak kabin. Mereka juga sangat umum berada di toko-toko kosmetik dan kesehatan serta di bar-bar di beberapa distrik hiburan vulgar di ibu kota Bangkok.

Tapi, Yollada mengatakan pemerintah lambat menerima mereka dan menganggap komunitas-komunitas transgender, transeksual, serta homoseksual sebagai satu dan sama ketika masing-masing grup punya isu-isu sendiri.

“Pemerintah mengatakan jika mereka mengubah nama dan jenis kelamin kami, itu bakal membuat masyarakat bingung,” ujarnya di Bangkok, Rabu lalu. “Pemerintah khawatir mereka tidak akan tahu tentang masa lalu kami.”

Untuk saat ini, menurut Yollada, tak ada yang bisa mereka lakukan menjelang pemilu besok. Dia bergabung dengan belasan ribu orang yang memilih dalam sebuah pemberian suara menjelang pemilu Ahad nanti karena dia jauh dari kampung halamannya.

“Butuh waktu lama bagi saya untuk menjelaskan. Beberapa orang akan menyatakan oke karena para pejabat pemerintah tahu mereka. Tapi, buat beberapa orang, itu akan bermasalah,” Yollada menambahkan.

Bangkok adalah pusat dunia bagi orang-orang yang ingin mengubah jenis kelaminnya atau “menginginkan” identitas seksual baru. Tapi, Otoritas Pariwisata Thailand mengatakan tidak memiliki angka pasti tentang berapa banyak orang yang melawat ke kota tersebut dengan tujuan menjalani operasi semacam itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s