Basis Data Non Relasional

RELATIONAL DATABASE

Pengertian Relational Database

Terdapat beberapa cara untuk menangani atau memodelkan data diantaranya adalah:

1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional

Diantara tiga model tersebut model Relasional adalah yang paling sering dipakai. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.

Basis data relational adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki hubungan relasi secara matematika dan logika. Hubungan relasi antar tabel pada umumnya berupa query, yakni tata aturan relasi yang sudah disusun berdasarkan desain dan teknik basis data tertentu yang digunakan. Query menjelaskan hubungan antar tabel secara matematika dan logika. Query terdiri dari operasi-operasi matematika dan logika yang diterapkan pada sekumpulan tabel.

Basis data relational dibangun dari sekumpulan tabel yang memiliki hubungan relasi, dimana relasi itu dinyatakan dengan query. Query itu terdiri dari beberapa operasi -secara matematika- misalkan operasi join dengan beberapa operator –secara logika- seperti AND dan OR. Query-query itu disimpan pada suatu file relasi basis data.

Selanjutnya file relasi basis data, file tabel basis data, file field data structure language (DSL) dan file field data definition language (DDL), disimpan dalam suatu skema basis data pada file basis data project yang bersangkutan. File- file itu harus dibuat terlebih dahulu sebelum membangun sebuah file basis data project.

Model basisdata relasional merupakan model basisdata yang dirancang agar memiliki konsistensi informasi dalam bentuk normalisasi database. Yang secara implementatif dan operasional dikendalikan oleh mesin Database Managemen System (DBMS).

Struktur dasar basisdata relasional :

  • Relasional Database Management System (RDBMS) beroperasi pada lingkungan logika manusia.
  • Basisdata relasional diasumsikan sebagai sekumpulan tabel-tabel.
  • Setiap tabel terdiri dari serangkaian per-potongan baris/kolom
  • Tabel-tabel (atau relasi) terhubung satu dengan lainnya menggunakan entitas tertentu yang digunakan secara bersama
  • Tipe hubungan seringkali ditunjukkan dalam suatu skema
  • Setiap tabel menghasilkan data yang lengkap dan kebebasan struktural

Keuntungan model data entity relationship :

  • Secara konseptual sangat sederhana
  • Gambaran secara visual
  • Alat bantu komunikasi lebih efektif
  • Terintegrasi dengan model basis data relasional

Kerugian model entity relationship :

  • Gambaran aturan-aturan terbatas
  • Gambaran relasi terbatas
  • Tidak ada bahasa untuk memanipulasi data
  • Kehilangan isi informasi

Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)

Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang c,ukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)

TEMPORAL DATABASE

Pengenalan Database Temporal:

Database temporal merupakan database non-relational yang terintegrasi dengan aspek waktu, misalnya model data temporal dan versi temporal dari bahasa query terstruktur.

Lebih spesifik lagi aspek temporalnya biasa sudah termasuk waktu yang valid dan waktu transaksi. Atribut-atribut ini muncul bersamaan pada form data bitemporal.

  • Waktu yang valid ditunjukkan dengan periode waktu kejadian yang sama dengan waktu pada dunia sebenarnya
  • Waktu transaksi adalah periode waktu saat menyimpan suatu kejadian ke database
  • Data bitemporal mengkombinasikan waktu valid dan waktu transaksi

Keterangan: kedua periode waktu tidak harus sama untuk suatu kejadian yang sama. Misalkan kita menyimpan databse pada database temporal pada abad ke 18. Waktu yang valid adalah diantara 1701 dan 1800. Sedangkan waktu transaksi dihitung pada saat kita memasukan suatu kejadian ke dalam databse, contoh 21 Januari 1998.

Mengapa Kita Butuh Database Temporal:

Sejak dua decade terakhir, model data relational sudah menjadi sangat popular karena simpel dan memiliki fondasi matematis yang solid. Namun, model data relational seperti yang dikatakan Codd[Cod70] tidak menyimpan address dari dimensi temporal suatu data. Data yang seharusnya dibedakan dari waktunya tetap diperlakukan sama dengan data lainnya. Hal ini tidak memenuhi aplikasi yang harus membedakan nilai data pada waktu lampau, saat ini, dan/atau data pada masa depan—padahal dikehidupan nyata kita akan sering berurusan dengan data seperti ini. Kenyataannya, kebanyakan aplikasi membutuhkan data temporal untuk keperluan tertentu.

Tujuan Utama dari Database Temporal:

  • Mengidentifikasi tipe data yang cocok dengan waktu
  • Mencegah hilang/berubahnya deskripsi suatu objek tertentu
  • Menyediakan aljabar query untuk mengatasi data temporal
  • Tetap compatible dengan database lama yang tidak menggunakan data temporal

Apa yang Dapat Kita Lakukan dengan Database Temporal:

  • Mudah dalam mengerjakan data temporal
  • Merecord setiap perubahan data dengan baik sekali
  • Setiap pendeskripsian objek dapat didefinisikan tanpa ada perubahan yang tidak diinginkan
  • Memiliki model relational untuk mendeskripsikan data temporal
  • Memiliki aljabar query untuk mengatasi data temporal
  • Tetap mampu mengatasi data static (tanpa dimensi waktu) pada database temporal
  • Aljabar database yang lama tetap dapat berjalan di database temporal
  • Aljabar query yang baru untuk mengkontrol dimensi waktu mirip dengan aljabar database yang lama

Solusi lain tentang Database Temporal:

  • Menambahkan waktu valid
  • Menambahkan waktu transaksi
  • Menambahkan kedua hal di atas
  • Pendekatan lainnya

SPATIAL DATABASE

Enam Pengertian dan definisi Basis Data Spasial

1. Sistem basis data spasial adalah system basis data spasial yang
bertujuan untuk mengatasi masalah seperti menyediakan informasi
baru yang ingin diketahui dan menyediakan penyimpanan informasi
yang dapat dimanipulasi, dikombinasi, reorganisasi dan dapat di-
retrieve dengan efisien, (Valavanis, 2002 ).

2. Basisdata spasial adalah suatu kumpulan data yang tidak berulang yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh aplikasi yang berbeda-beda. Basisdata spasial perlu ada karena data geografis mempunyai aneka tipe data, seperti gambar, kata-kata, koordinat dan obyek-obyek yang kompleks, (Sulaeman, 2005)

3. Basisdata spasial merupakan salah satu item dari informasi, dimana
didalamnya terdapat informasi mengenai bumi termasuk permukaan bumi,
dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir.
Rajabidfard dan Wiliamson menerangkan bahwa terdapat dua pendorong
utama dalam pembangunan data spasial. Pertama adalah pertumbuhan
kebutuhan suatu pemerintahan dan dunia bisnis dalam memperbaiki
keputusan yang berhubungan dengan keruangan dan meningkatkan efisiensi
dengan bantuan data spasial, (Rajabidfard dan Williamson, 2000).

4. Database spasial mendeskripsikan sekumpulan entity yang memilki lokassi atau posisi yang tetap maupun yang tidak tetap. Tipe – tipe entity spasial ini memiliki properties topografi dasar meliputi lokasi dimensi, dan bentuk (shape), (Eddy prahasta, 2005).

5. Sistem basis data spasial adalah system basisdata yang menggunakan
tipe data spasial sebagai model datanya, bahasa query dan support
tipe data spasial untuk implementasinya, ( Guting, 1994).

6. Spasial database adalah database yang dioptimalkan untuk menyimpan   dan permintaan data yang terkait dengan obyek dalam ruang, termasuk   poin, dan baris polygons. Sementara khas database dapat memahami   numerik dan karakter berbagai jenis data, fungsi tambahan perlu   ditambahkan ke database untuk memproses data spasial jenis. Ini   biasanya disebutgeometri ataufitur. (Wikipedia)

 

OBJECT ORIENTED BATABASE

Pengertian Object Oriented DataBase

Object-oriented database adalah salah satu jenis database dimana   data direpresentasikan dalam bentuk object. Object Oriented   Database merupakan sebuah sistem data base yang menggabungkan semua   konsep penting dari object oriented.
Pendekatan ini sangat dipengaruhi oleh bahasa pemrograman object-  oriented dan dapat dipahami sebagai usaha untuk menambah   fungsionalitas DBMS pada lingkup bahasa pemrograman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s